Halo, kenalin aku Yanto. Pagi itu, hari minggu di tahun 2011 aku
bersama 5 teman rencana mau ikut lomba sepeda gembira di Stadion Mandala
Krida, Yogyakarta.
Dari hari sebelumnya kami memang sudah mendaftar sih, jadi kami tinggal berangkat untuk mengikuti lomba. Karena jarak dari tempat kami yaitu Bantul ke lokasi lomba lumayan jauh, kami pun ahirnya berangkat pake mobil biar mempersingkat waktu perjalanan.
Tapi karena malamnya kami begadang, jadi paginya kami pun bangun kesiangan, mana perlengkapan belum semuanya siap lagi, jadi ribet deh paginya. Jadi perlengkapan yang kami bawa pun yang sedapatnya, yang penting sepeda nggak kelupaan, kan buat ikutan Fun Bike. Akhirnya kami pun berangkat, dengan persiapan seadanya karena waktu yang mepet sekali.
"Manusia merencanakan, namun Tuhan yang menentukan", mungkin itulah yang kami alami waktu itu. Saat pejalanan berangkat dari rumah, kira-kira sudah sekitar 5 Km perjalanan, tiba-tiba ban mobil bocor di jalan, lebih buruknya lagi ban serep pun lupa tidak terbawa. Ban serep nggak kebawa, yang kebawa malah magic jar. Ya, magic jar memang sudah beberapi hari dalam mobil, maklum baru 1 minggu beli dari ACE Hardware waktu ke semarang kemarin, jadi malah kelupaan belum di turunin dari mobil. "Apa ban nya di ganti magic jar aja?" Kata Adi, coba bercanda.
Walau sambil bercanda-bercanda, kami pun juga bingung, karena waktu sudah mepet dan di tambah lagi jauh dari tukang tambal ban, apes banget. Lalu aku coba telepon temanku, Raka, siapa tahu dia dirumah, nanti mau ku minta nganteer ban serep. Dasar nasib lagi apes, si Raka di telepon nggak di angkat-angkat, makin pusing lagi. Mau pulang kalo naik sepeda juga jauh, naik angkot kok sepi nggak ada angkot yang lewat... Bingung bin pusing deh jadinya.
Akhirnya, beberapa menit kemudian ada angkot lewat. Lin, yang punya mobil dan juga temenku yaitu Eko akhirnya pulang untuk ambil ban serep. Selang 30 menit datanglah mereka ber 2 naik motor, sambil bawa ban. Segera saja kami bongkar pasang ban nya, akhirnya selesai juga masalah pagi ini.
Setelah itu kami langsung berangkat pakai mobil, sementara itu Eko naik motor. Akhirnya kami sampai juga di Stadion Mandala, tapi jam sudah pukul 8.00 dan acara sudah di mulai, jadi kami nggak ikut sepeda gembira, tinggal nunggu undian saja. "Siapa tahu beruntung, buat ganti kesialan pagi tadi", kataku dalam hati.
Waktu pengundian pun tiba, kami semua menunggu dan berharap keberuntungan menyertai kami kali ini. Namun ternyata, di antara kami nggak ada 1 orang pun yang dapat hadiah, hehehe. Sudah di jalan ban bocor, di bela-belain ngambil di rumah juga, tapi tetap saja belum beruntung. Ya sudahlah, mungkin nasib belum beruntung. Kami duduk-duduk, istirahat sambil ngobrolin hal yang terjadi pada kami pagi tadi. Setelah hari beranjak siang, kami pun berencana mau pulang. Ya iyalah, mau ngapain lagi? Sepeda gembira kan udah selesai, hahaha.
Dengan langkah agak malas kami melangkah menuju mobil, sepeda pun masih stand by di mobil karena memang nggak jadi di pakai. Setelah semua masuk mobil, akhirnya kami meluncur pulang dengan perasaan yang agak kecewa. Sampai saat di tengah perjalanan, temenku ada yang usul pergi ke pantai saja, buat mengganti kekecewaan tadi, akhirnya kami pun pergi ke pantai Parangtritis.
Sesampainya di pantai Parangtritis, beberapa dari kami langsung turun, begitu juga sepeda yang kami bawa pun langsung kami turunkan dari mobil dan kami pakai untuk bersepeda menyusuri garis pantai sambil bercanda. Suasana malah makin asyik aja karena hari ini cuaca agak mendung, tapi nggak hujan, jadi kan nggak panas-panas banget. "Ni ceritanya malah nggak jadi sepeda gembira di mandala, tapi malah sepeda gembira di pantai, hahaha" kata temenku, Adi.
Sudah gitu, hari ini di pantai lumayan seru, selain karena hari libur, hari ini juga ada festival layang-layang. Rasa penat hilang, pikiran fresh, badan pun jadi sehat dan segar. Walau nggak jadi ikut sepeda gembira di mandala, tapi tetap bersepeda gembira... Di pantai Parangtritis..
Sekian cerita dan pengalaman dari saya, mari ambil hikmah peristiwa ini. Sebelum kita bepergian, alangkah baiknya jika semua yang di butuhkan kita persiapkan dulu dengan matang. Dengan begitu perjalanan akan semakin lancar dan seperti yang di harapkan, dan jangan lupa berdo'a ya :)
Dari hari sebelumnya kami memang sudah mendaftar sih, jadi kami tinggal berangkat untuk mengikuti lomba. Karena jarak dari tempat kami yaitu Bantul ke lokasi lomba lumayan jauh, kami pun ahirnya berangkat pake mobil biar mempersingkat waktu perjalanan.
Tapi karena malamnya kami begadang, jadi paginya kami pun bangun kesiangan, mana perlengkapan belum semuanya siap lagi, jadi ribet deh paginya. Jadi perlengkapan yang kami bawa pun yang sedapatnya, yang penting sepeda nggak kelupaan, kan buat ikutan Fun Bike. Akhirnya kami pun berangkat, dengan persiapan seadanya karena waktu yang mepet sekali.
"Manusia merencanakan, namun Tuhan yang menentukan", mungkin itulah yang kami alami waktu itu. Saat pejalanan berangkat dari rumah, kira-kira sudah sekitar 5 Km perjalanan, tiba-tiba ban mobil bocor di jalan, lebih buruknya lagi ban serep pun lupa tidak terbawa. Ban serep nggak kebawa, yang kebawa malah magic jar. Ya, magic jar memang sudah beberapi hari dalam mobil, maklum baru 1 minggu beli dari ACE Hardware waktu ke semarang kemarin, jadi malah kelupaan belum di turunin dari mobil. "Apa ban nya di ganti magic jar aja?" Kata Adi, coba bercanda.
Walau sambil bercanda-bercanda, kami pun juga bingung, karena waktu sudah mepet dan di tambah lagi jauh dari tukang tambal ban, apes banget. Lalu aku coba telepon temanku, Raka, siapa tahu dia dirumah, nanti mau ku minta nganteer ban serep. Dasar nasib lagi apes, si Raka di telepon nggak di angkat-angkat, makin pusing lagi. Mau pulang kalo naik sepeda juga jauh, naik angkot kok sepi nggak ada angkot yang lewat... Bingung bin pusing deh jadinya.
Akhirnya, beberapa menit kemudian ada angkot lewat. Lin, yang punya mobil dan juga temenku yaitu Eko akhirnya pulang untuk ambil ban serep. Selang 30 menit datanglah mereka ber 2 naik motor, sambil bawa ban. Segera saja kami bongkar pasang ban nya, akhirnya selesai juga masalah pagi ini.
Setelah itu kami langsung berangkat pakai mobil, sementara itu Eko naik motor. Akhirnya kami sampai juga di Stadion Mandala, tapi jam sudah pukul 8.00 dan acara sudah di mulai, jadi kami nggak ikut sepeda gembira, tinggal nunggu undian saja. "Siapa tahu beruntung, buat ganti kesialan pagi tadi", kataku dalam hati.
Waktu pengundian pun tiba, kami semua menunggu dan berharap keberuntungan menyertai kami kali ini. Namun ternyata, di antara kami nggak ada 1 orang pun yang dapat hadiah, hehehe. Sudah di jalan ban bocor, di bela-belain ngambil di rumah juga, tapi tetap saja belum beruntung. Ya sudahlah, mungkin nasib belum beruntung. Kami duduk-duduk, istirahat sambil ngobrolin hal yang terjadi pada kami pagi tadi. Setelah hari beranjak siang, kami pun berencana mau pulang. Ya iyalah, mau ngapain lagi? Sepeda gembira kan udah selesai, hahaha.
Dengan langkah agak malas kami melangkah menuju mobil, sepeda pun masih stand by di mobil karena memang nggak jadi di pakai. Setelah semua masuk mobil, akhirnya kami meluncur pulang dengan perasaan yang agak kecewa. Sampai saat di tengah perjalanan, temenku ada yang usul pergi ke pantai saja, buat mengganti kekecewaan tadi, akhirnya kami pun pergi ke pantai Parangtritis.
Sesampainya di pantai Parangtritis, beberapa dari kami langsung turun, begitu juga sepeda yang kami bawa pun langsung kami turunkan dari mobil dan kami pakai untuk bersepeda menyusuri garis pantai sambil bercanda. Suasana malah makin asyik aja karena hari ini cuaca agak mendung, tapi nggak hujan, jadi kan nggak panas-panas banget. "Ni ceritanya malah nggak jadi sepeda gembira di mandala, tapi malah sepeda gembira di pantai, hahaha" kata temenku, Adi.
Sudah gitu, hari ini di pantai lumayan seru, selain karena hari libur, hari ini juga ada festival layang-layang. Rasa penat hilang, pikiran fresh, badan pun jadi sehat dan segar. Walau nggak jadi ikut sepeda gembira di mandala, tapi tetap bersepeda gembira... Di pantai Parangtritis..
Sekian cerita dan pengalaman dari saya, mari ambil hikmah peristiwa ini. Sebelum kita bepergian, alangkah baiknya jika semua yang di butuhkan kita persiapkan dulu dengan matang. Dengan begitu perjalanan akan semakin lancar dan seperti yang di harapkan, dan jangan lupa berdo'a ya :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar